Penyebab rpm mobil pontang panting

Seringkali bila kita menyampaikan keluhan seperti judul diatas kepada teman kita pasti mereka akan langsung memvonis bahwa penyebabnya adalah ISC atau Idle Speed Control

Menurut saya pribadi jawaban mereka sebetulnya tidak salah tapi hanya terburu buru menyalahkan komponen satu ini sebagai biang keladi masalah.

Padahal kalau kita mau selidiki lebih dulu sebenarnya komponen ini bekerja atas dasar perintah dari ECU ( Engine Control Unit ) berdasarkan kalkulasi dari beberapa inputan sensor pendukung yang lain.

Diantara sensor sensor tersebut adalah :

1. Air temperature  sensor Unit.

Sensor ini membaca besaran nilai dari suhu udara yang tersedot masuk ke throtle . Kadang ujung sensor menjadi berkerak tebal karena jarang dibersihkan sehingga akan mengganggu tingkat akurasi pembacaan yang musti dilaporkan ke ECU.

Kebersihan Filter udara menjadi hal yang mutlak  dalam hal ini bila tidak mau sensor ini cepat kotor

2. Throtle position sensor.

Sensor ini membaca posisi bukaan throtle melalui besaran hambatan karbon . pada prinsipnya seperti sebuah potensio radio, semakin besar dibuka semakin kencang pula volumenya.

Sama halnya Air Flow sensor tadi, kalau sensor ini sudah rusak atau kedudukannya terganggu karena baut kendor misalnya, maka nilai pembukaan throtle tidak akan terdeteksi secara akurat pada ECU dan hal ini mengkibatkan kesalahan perhitungan.

Sering periksa posisi TPS pada mobil sendiri agar kita bisa langsung mendeteksi apabila ada kelainan, saya sendiri selalu memberi tanda pada setelan setelan komponen dimesin dengan cara digores sedikit memakai ujung obeng.

3. WTS ( water temperature sensing )

Pernahkah kita amati pada saat mesin baru kita panasi pagi hari? berapa rpm nya ? ..ya  ..benar , begitu mesin kita start rpm akan langsung naek ke kisaran 1500 dan berangsur turun sampai 800 pada keadaan suhu ideal mesin yaitu setengah kurang sedikit

Terbayang tidak kalau sensor ini rusak dan salah memberikan masukan ke ECU mengenai temperatur coolant saat itu ?

Tentu saja perhitungan yang dilakukan ECU akan salah sehingga perintah ke ISC pun akan keliru.

4. Rotor Delco

Komponen ini sebetulnya tidak bisa disebut sebagai sensor akan tetapi yang satu ini bisa juga menjadi biang keladi kalau kotor atau malah sudah retak.

Cara membersihkannya cukup diampelas pakai ampelas 1000 dan terakhir disemprot pakai carburator cleaner.

Karena untuk membersihkan komponen ini distributor caps nya harus dibuka terlebih dahulu maka sekalian saja dalemannya ikut dibersihkan pula.

Sedangkan komponen pendukung lain yang bisa menjadi penyebab juga yaitu PCV ( Positiv Chankcase Valve ) coba cek apakah masih bisa menutup rapat bila ditiup kearah mundur dan membuka bila ditiup ke arah maju. Kalau ada indikasi kebocoran segeralah ganti dengan yang baru ( harga sekitar Rp. 45.000,- )

Jangan lupa juga mengecek kondisi selang selang vacum yang ada apakah ada yang pecah.

Setelah semua sensor tadi kita cek dan tidak menunjukkan gejala kerusakan ataupun error maka barulah kita curugai ISC.

Cara servis ISC akan saya bahas pada posting berikutnya sambil nunggu rpm mobil saya pontang panting.