Cara menghindari radiator ( mesin ) overheat

Banyak sekali pendapat orang mengenai mobil timor yang gampang overheat mesinnya…ehmmmm…kalau menurut saya sih tergantung bagaimana kita merawat.

Berikut ini adalah jurus jurus jitu  cara menghidari hal tersebut yang di salin dari blog sebelah.

Kondisi mesin overheat biasanya terjadi pada kendaraan yang pemiliknya lalai melakukan perawatan sistem pendinginan mesin. Padahal melakukannya tidak sulit.

Pemilik hanya perlu memperhatikan enam komponen yang membuat sistem pendinginan dapat bekerja optimal. Yaitu cairan radiator, radiator, tutup radiator, water pump, kipas pendingin dan thermostat.

Berikut kami berikan kiat agar terhindar dari panas berlebihan yang bisa mengacaukan hari Anda.

Cairan radiator
Perawatan sistem pendinginan mesin akan lebih optimal sejak mobil masih baru. Ketika itu seluruh saluran sirkulasi air di mesin dan radiator masih bersih, belum terdapat karat atau korosi.

Makanya, produsen kendaraan selalu menggunakan cairan pendingin yang telah dilengkapi dengan unsur anti-korosi di mobil produksi barunya.

Kondisi air tanah di Indonesia yang banyak mengandung zat kapur, gampang sekali menyebabkan kerak menumpuk di saluran pendinginan.

Jadi untuk mobil lama, pastikan seluruh saluran pendinginan bebas kerak dan karat. Lakukan penggantian air radiator secara rutin plus aditif anti-karat dan anti-kerak.

Radiator
Seluruh cairan pendinginan yang beredar di dalam mesin didinginkan di radiator. Makanya, kondisi radiator perlu diperhatikan dengan baik.

Saluran-saluran air yang sempit di dalam radiator, sangat rentan penyumbatan akibat kerak atau karat. Bila hal ini terjadi, maka radiator harus diservis di bengkel spesialis.

Kisi-kisi di luar radiator juga wajib diperhatikan kebersihannya agar bisa melepas panas dengan baik. Itu sebabnya bagian ini perlu dibersihkan setiap 3 bulan sekali atau sehabis melewati jalan banjir.

Pastikan juga tak ada kisi-kisi radiator yang tertekuk, karena bisa menghambat proses pelepasan panas.

Kipas
Dari tugasnya, kipas pendingin dibagi menjadi dua: kipas radiator dan kondensor AC. Keduanya bisa dibedakan dari posisi penempatan dan dimensinya.

Sedangkan dari sisi penggerak, kipas pendingin juga terbagi dua: motor elektrik (umumnya pada mobil berpenggerak depan) dan putaran mesin yang dihubungkan dengan V-belt (diterapkan pada mobil penggerak belakang).

Untuk mengetahui kondisi kipas elektrik, Anda dapat mengecek kecepatan putaran motor kipas. Bila mulai melemah, berarti motor kipas harus diganti. Sedangkan bila kipas pendingin mobil Anda digerakkan putaran mesin, pastikan kekencangan V-belt agar tidak terjadi slip.

Perlu juga diketahui, kisi radiator yang kotor atau tertekuk juga dapat menyebabkan kerja motor kipas elektrik semakin berat, lantaran jalur udara yang diisap kipas jadi terhambat.

Tutup radiator
Selain fungsinya sebagai penutup, tutup radiator ini juga memiliki tugas sebagai katup penyalur air ke tangki reservoir saat terjadi kelebihan tekanan di sistem pendinginan.

Karena itu pada tutup radiator terdapat angka yang menyatakan tekanan maksimum yang mampu ditahan tutup radiator – umumnya sekitar 0,9 sampai 1,1 bar.

Bila tekanan di sirkulasi pendinginan mesin menurun, maka air di tabung reservoir akan terhisap kembali ke radiator. Pastikan kondisi tutup radiator masih sempurna dan tidak bocor di suhu berapa pun.

Water pump
Fungsinya sebagai pompa yang membuat terjadinya sirkulasi air di sistem pendinginan mesin. Karena fluida yang dipompa hanya berupa air, maka kinerjanya jarang sekali menurun.

Kerusakan yang sering terjadi pada water pump adalah di bearing atau sil pompa. Cirinya suara berisik saat mesin berputar atau terjadinya kebocoran di water pump.

Thermostat
Komponen ini paling sering diabaikan atau malah dilepas karena dianggap mengganggu oleh pemilik mobil. Padahal fungsinya sangat penting dalam menjaga agar suhu kerja mesin tetap ideal. Suhu kerja ideal mesin, sekitar 80–90 derajat Celcius.

Prinsip kerja thermostat seperti bendungan. Dalam kondisi dingin, thermostat akan menutup dan membuat sirkulasi air menjadi pendek. Air di mesin tidak akan melewati radiator untuk didinginkan agar suhu kerja cepat tercapai.

Setelah mencapai suhu tertentu – tiap thermostat memiliki spesifikasi yang berbeda – katup thermostat akan terbuka dan mengalirkan air ke radiator untuk didinginkan.

Melepas thermostat di mesin standar adalah langkah yang keliru, sebab suhu kerja jadi sulit tercapai sehingga pembakaran di mesin jadi tidak efisien.

Sumber : AXORG

18 thoughts on “Cara menghindari radiator ( mesin ) overheat

  1. om, kalo air radiator dicampur dg air aki botol biru yg ada tulisan “cocok untuk radiator” itu bisa mencegah korosi gak? atau diisi air aki tsb full spy lebih baik hasilnya?

    • Sebaiknya dihindari pemakaian air radiator dengan mencampur 2 jenis berbeda atau lebih kecuali dalam keadaan darurat . Dua jenis cairan yang berada dalam sebuah bejana panas akan mempunyai titik didih yang berbeda , titik didih yang terlampaui pertama kali ini biasanya akan menimbulkan kerak. Lebih baik mengisi radiator dengan satu jenis dengan didahului melakukan flushing dan pengurasan terlebih dahulu.Ada satu cara yang lebih ekonomis yaitu dengan memanfaatkan air kondensasi dari Air Conditioner room yang ditampung dalam suatu wadah bersih.

      Demikian kurang lebih yang saya tahu. Thaks sudah mampir

  2. Om
    Kondisi temperature yang normal setengah kurang sedikit kan?
    Nah, timmy saya rada aneh om, jika AC nyala indikator Temperature turun hampir 1/4, kira-kira masalah nya apa ya Om?

      • Daihatsu ceria saya klo nggak pake ac saat temperatur mendekati hot baru kipasnya hidup.klo pake ac kipas otomatis hidup saat temperatur di indikator di tengah.jadinya ac saya hidupin terus untuk menjaga temperatur.kira2 apa masalah kipasnya ya?trms

      • Wah..blm pernah pegang ceria om ,, kalau d mobil timor problem ini bisa disebabkan dari termoswitch ini yg memberi perintah kipas hidup berdasarkan dari panas body mesin. Coba di selidiki om siapa tahu sdh lema dan perlu ganti

  3. mobil saya timor sohc 97, selalu bermasalah air radiator mendidih setelah 1 jam perjalanan sedangkan kipas nyala dan air radiator full..
    mohon pencerahannya

    – tri –

      • mat sore om mhn ijin tanya mobil timor saya radiator baru, air colant, kipas juga baru ditemperatur panas normal tp kenapa air mendidih di cadangan radiator dan nyembur keluar melalui lubang pembuangannya, kira kira apa yang tidak beres om, oya air radiator setelah dingin sy cek masih normal, setelah sy cek lagi dalam keadaan mesin panas kipas otomatisnya tidak berputar om sy jadi bingung om padahal kipas baru

      • kipas baru yah om ? berarti masalah ada pada relay radiator fan coba cek apakah saat wts di lepas soketnya ada bunyi cetak pada relay dan dilanjutkan berputarnya kipas ?

  4. om kenapa fanbelt mobil saya bunyi terus tiap kali di hidupkan mesinnya tetapi kalau sudah si semprot angin compresor bunyinya hilang. tapi enggak lama bunyi lagi…terima kasih om

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s